Sudah Sampaikah Suratku?

o-WOMAN-WRITING-LETTER-facebook

Suratku yang lalu tak sampai, bahkan belum selesai kutulis tapi sudah hilang. Puisi-puisiku hanya bergeming di dinding seolah hanya aku dan Tuhan yang tahu. Sudah setahun aku mencoba mengeja kata s-a-y-a-n-g namun masih saja lidahku kelu, aku mencoba mengeja kata yang lain – Sunshine, Baby maupun Darling tapi tetap saja aku ingin belajar bagaimana mengeja s-a-y-a-n-g yang baik.

Aku pun sudah lupa bagaimana cara mengucap rindu. Rindu seperti sepi yang menempel pada kaca-kaca jendela rumahmu, yang menanti kepulanganmu namun tetap saja kehilanganmu. Rindu seperti ampas kopi yang mengental dicangkirku, yang sengaja aku tiriskan hingga malam. Dalam percakapan kita pun, rindu duduk pada kursi nomor dua sambil menunggu gilirannya bicara yang tak pernah tiba. Pelan-pelan ia terabaikan, perlahan rindu terlupakan.

Aku sedang menuliskan surat untukmu sekarang, dengan kata-kata yang seadanya; kata-kata yang tersisa. Menjawab suratmu kemarin:

” Aku baik-baik saja. Lalu bagaimana kabarmu?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s