Lenny and The Search For Lost Time

hector-video-1

“There’s a moment when your life seems to stretch out before you like an endless roll of fabric, from which you’ll be able to make all sorts of outfits. And then comes the moment when you realize that the roll does have an end, and that you’ll have to do some careful calculations if you’re going to manage to get even one more set of clothes out of it”

-François Lelord

Sedikit menggelitik memang membayangkan diriku menjadi salah satu tokoh dalam novel Hector and The Search For Lost Time karya François Lelord. Tokoh wanita itu bernama Marie-Agnes, diusianya yang menjelang 40 tahun ia menginginkan punya perasaan seperti saat ia berusia 20 tahun. Perasaan dimana kehidupan tak akan pernah berakhir, perasaan bahwa ia benar-benar menikmati hidup tanpa persoalan dan ia sanggup memilih siapapun teman atau kekasih yang ia inginkan. Namun nyatanya, waktu terus berjalan, dengan usianya sekarang ini ia berharap bahwa waktu akan berjalan sedikit lebih lambat karena ia sedang berpikir apa yang hendak ia lakukan dengan sisa usianya.

Mungkin aku menyadari sesuatu hal sedikit lebih cepat ketimbang orang lain. Di usiaku yang 25 tahun ini aku mulai menyadari bahwa sedikit demi sedikit kehidupanku mulai berubah. Bukan lagi seorang remaja yang menggemari berpergian kesana-kemari tanpa alasan, bukan lagi seorang yang gemar menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tak penting. Selain menyadari bahwa waktu berjalan begitu cepat, aku juga berpikir bahwa semakin bertambah usia semakin bertambah pula tanggung jawab dalam kehidupan. Mengasyikan memang memulai hidup sebagai orang dewasa, kehidupan dengan banyak perencanaan dan prioritas.

Perihal Hector, seorang psikiater dan kisah-kisah pasiennya membuat novel ini semakin menarik namun kaya dengan makna. Jadi teringat dulu ketika aku masih kecil, aku ingin sekali waktu cepat berlalu dan menjadi orang dewasa. Memikirkan bahwa dengan menjadi orang dewasa aku bisa mendapatkan apa yang aku mau dengan mudah tanpa proses yang berbelat-belit dari orang tua. Namun seraya waktu itu tiba, ketakutan semakin nyata, aku mulai takut ketika aku terbangun di hari Senin kemudian menyadari bahwa hari ini sudah hari Jumat. Ketakutan bahwa aku tak memanfaatkan waktuku sebaik mungkin dan masih terjebak dengan kesalahan-kesalahan yang sama.

Ini masih awal tahun 2018, mungkin saja aku masih punya kesempatan yang baru untuk memulai sesuatu dengan sebaik mungkin. Perihal waktu yang berlari memang tak bisa ku ubah, namun setidaknya aku sanggup membenahi diri mulai dari skala prioritasku tahun ini. Aku sedang berpikir untuk mulai menambah daftar bacaanku tahun ini, menghabiskan waktu dengan orang tuaku lebih sering, mengurangi kesibukan pekerjaan dan menggantinya dengan hal-hal spritual yang lebih membuatku bahagia. Lalu hal yang lain? Nanti dulu ya, aku sedang menikmati waktuku bersama dengan mereka 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s