Berpergian

Kau tak akan pernah siap untuk berpergian saat kau masih membawa sejumlah kebiasaan lama dari masa lalu : menghirup udara yang kau kenali, melihatnya terpejam dengan lengan yang masih melingkar dipundakmu atau menyimak sebuah lagu kesedihan dengan ribuan kemungkinan. Kemudian ingatan menguap, masa lalu seperti embun yang diam-diam hilang saat siang. Kau sedang bersiap untuk pergi, namun kau lihat ia pulas menantimu kembali.

Kau kunci rapat sudut-sudut matamu, membekali dirimu dengan banyak doa dan harapan. Pada jalan depan rumahnya, dadamu bergetar, seperti seorang yang tak ingin berpergian- kau redam sedu sedan. Cuaca sedang bagus diluar, ia masih ingin tidur dan kau sudah harus berjalan. Pukul tujuh pagi saat matahari hendak tinggi, kau sedang mengadakan perpisahan dengan sebuah bayangan.

 

Jakarta, 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s