Saat Kau Tidur Pulas

Jika aku diam seringkali kau kira aku sedang sakit gigi, atau saat aku tidur lebih dulu dan tak sempat menyambutmu; kau kemudian hanya sibuk dengan telepon genggammu tanpa menanyai hariku. Hari ini dipasar aku sulit menemukan ikan dori pesananmu hingga kemudian aku kembali ke rumah dan merasa gagal, juga kakiku sekarang mulai payah berjalan karena nyeri yang terlampau sering dan benar, membersihkan dan menunggui rumah adalah kegiatan yang sangat membosankan. Namun yang membuatku bahagia adalah saat aku terbangun tengah malam dan menyelinap sebentar ke kamarmu sambil melihatmu tertidur pulas.

Aku semakin tua dan rupanya kau semakin sibuk. Semoga saat kita ada waktu untuk ngobrol tak melulu soal perdebatan, kenapa begini kenapa begitu. Aku sedang berusaha merelakan diriku untuk diam akhir-akhir ini. Kau kerap menyebut kata “privasi” saat kau enggan bercerita tentang sesuatu. Maaf, aku hanya terbiasa menanyakan hari-harimu sama seperti saat kau masuk tahun ajaran baru disekolah dulu. Aku tahu dunia dewasa itu rumit dan kau harus kuat. Untuk menjadikanmu dewasa, aku rela menjadi tua dan untuk membuatmu bahagia, aku satu-satunya orang yang rela menjadi apa saja.

“Tidur yang nyenyak, Anakku” bisikku sambil membenahi selimutmu.

Advertisements

One thought on “Saat Kau Tidur Pulas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s