Pekerja

Ia yang katanya hidup tapi tak benar hidup,

yang katanya punya impian tapi bertahan

demi upah harian.

Keluhnya sekujur tubuh nyeri,

tiap malam ia dipukuli mimpi.

Kapan hidup punya jalan yang pasti

selain dari menanti?

 

Tiap pagi, ia berjumpa pada bis kota,

toko-toko, pusat keramaian dan

perkantoran.

Tak ada yang hilang dari matanya:

cita, doa dan ketabahan

Bilamana ia bisa menjadi tubuh yang setia

bagi takdir seorang pekerja?

 

Jakarta, 2018

Advertisements